Sabtu, 14 September 2013

Rohmanudin SH Kini Menjadi Kepala Desa Sukahurip Cihaurbeuti


 
Ciamis, NUANSA POST
Sudah diprediksi sebelumnya, kalau Rohmanudin SH bakal meraih suara terbanyak dan terpilih menjadi Kepala Desa Sukahurip periode mendatang. Pada Pilkades Sukahurip yang berlangsung 29 Juni 2013 itu, Rohmanudin SH meraih  sebanyak 1.200 suara, disusul oleh Mahmudin raih 738 suara, kemudian Aan  raih 402 suara, dan Deni raih 391 suara.
                “Alhamdulillah, pelaksanaan Pilkades Sukahurip berjalan aman, tertib, lancar dan kondusif hingga terpilihnya Bapak Rohmanudin SH. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga desa yang telah mensukseskan Pilkades,”ungkapKetua pilkades H.Herman Nandang Haris Jaya SPd didampingi sekretaris Tejo S Bahtiar dan bendahara Ade Saepudin
 Rohmanudin SH saat mengetahui dirinya terpilih sebagai Kepala Desa Sukahurip mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh warga Desa Sukahurip yang telah memberikan amanah dalam menjalankan roda pemerintahan desa sekaligus membangun desa sesuai visi misinya.”Insyaallah, saya akan menjalankan amanah tersebut seoptimal mungkin,”ungkapnya.
                Namun demikian, lanjut Rohmanudin SH, untuk menjalankan roda pemerintahan desa sekaligus membangun Desa Sukahurip tentunya dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar hasilnya maksimal.”Dukungan dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan,”tuturnya.(J.ROHANI/RONI

Kamis, 04 Juli 2013

Kondisi Jalan di Kabupaten Tasikmalaya Rusak Parah


Oleh: Karmin Ocay (Wartawan NUANSA POST)
BUKAN rahasia umum lagi, kalau kondisi  insfrastruktur jalan di wilayah Kab.Tasikmalaya terutama di bagian selatan dan utara, ternyata sebagian besar rusak parah. Tak terkecuali jalan milik kabupaten atau provinsi. Apalagi kondisi jalan yang rusak parah itu berada di wilayah Kab.Tasikmalaya bagian selatan, selain karena tidak adanya perhatian dari pemerintah untuk memperbaikinya, juga akibat lalu lalangnya angkutan truk eksplorasi (tambang)  pasir besi yang melebihi tonase. Kondisi  rusaknya jalan di wilayah Tasikmalaya bagian  tersebut sudah berlangsung lama, yakni hampir satu tahun lebih. Tetapi belum juga ada tanda-tanda pemkab akan memperbaiki rusaknya jalan ini. Untuk  itu, warga mengharapkan pemkab segera memperbaiki kerusakan jalan.
            Kondisi jalan yang rusak parah seolah dibiarkan tanpa ada rencana untuk perbaikan, alasannya karena keterbatasan anggaran, sementara jalan yang harus diperbaiki sangat panjang dan tingkat kerusakannya sangat parah. Karena itu tak mengherankan, bila  hingga sekarang belum juga ada perhatian dari pemerintah kabupatan (Pemkab) Tasikmalaya  akan memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Padahal untuk kerusakan ini pemkab sudah mengetahuinya,   sudah ada petugas yang melakukan pengecekan dan menandai titik jalan mana saja yang rusak, baik berlubang maupun mengelupas aspalnya. Juga tak sedikit pemerintahan desa yang dilalui jalan kabupaten atau provinsi telah mengusulkan perlunya perbaikan, kemudian pihak pemerintahan desa sendiri  mengajukan proposal perbaikan jalan desa.
            Bila mencermati rusaknya jalan secara umum, karena belakangan ini sering diguyur hujan deras dan tak adanya upaya perbaikan/pemeliharaan ketika terjadi kerusakan kecil, misalnya jalan kabupaten di daerah Kec.Kadipaten, Kec.Ciawi, Kec.Rajapolah dan kecamatan lain di Kab.Tasikmalaya  bagian utara.
            Bahkan yang lebih parah itu kondisi jalan di Kab.Tasikmalaya bagian selatan yang banyak dilalui truk-truk angkutan pasir besi yang melebihi tonase seperti sepanjang jalan di wilayah Kec.Cipatujah, Karangnunggal, Cikalong, Pancatengah dan kecamatan lainnya.Ini lantaran truk pengangkut pasir hilir mudik melewati jalanan tersebut, mulai pagi hingga malam, bahkan pada malam hari truk-truk pengangkut pasir besi semakin banyak. Bukti rusaknya jalan karena kelebihan tonase, yakni saat jalan sudah ditambal warga, tidak berapa lama jalan rusak lagi dan itu terus terulang. Kalau kecamatan lain yang kondisi jalannya rusak, tetapi tidak dilalui kendaraan truk pengakut pasir besi, lebih disebabkan akibat hujan mengguyur dan tidak ada pemeliharaan yakni di antara jalan Cibalong-Parungponteng-Sodonghilir, kemudian jalan Sukaraja-Mangunreja, Taraju,Puspahiang, Sodonghilir-Bojonggambir dan lainnya.
                Salah seorang staf di Dinas PU Bina Marga Kab.Tasikmalaya mengaku sudah mengetahui tentang rusaknya kondisi jalan kabupaten yang berada di daerah, terutama bagian utara dan selatan. Namun untuk perbaikinya itu terkendala anggaran dan panjang jalan yang harus diperbaikinya itu di sesuaikan dengan anggaran yang ada, di samping pengadaan material (aspal) yang kekurangan. Sehingga pada tahun 2013, belum dapat melakukan perbaikan secara total dan baru akan dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Namun begitu, bukan berarti rusaknya jalan itu akan dibiarkan, tetapi tetap akan melakukan perbaikan. Sebagai langkah awal, yakni dengan menambal jalan-jalan yang berlubang tersebut. Penambahan jalan yang berlubang ini, juga untuk mengantisipasi arus lalu lintas saat arus balik dan mudik  Lebaran nanti.
            Sebagaimana  juga di daerah-daerah lain, biasanya pembetulan jalan dilakukan pada momen menjelang Idul Fitri karena pengguna jalan akan melonjak berkali lipat dari hari biasa. Mungkin saja Pemprov Jabar terutama dalam hal ini Pemerintah Kabupaten  Tasikmalaya akan melakukan hal yang sama untuk mengembalikan jalan di daerah ini pada kondisi semula. ***