Sabtu, 16 Januari 2016

Musrenbang Tingkat Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Tahun 2016


Kota Tasik, NUANSA POST
Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Nagarasari dengan tema : “ Dengan berlandasan Iman dan Taqwa kita jadikan Musrenbang Kelurahan sebagai tolak ukur pembangunan yang tertata, terarah, dan terencana dengan mengedepankan azas musyawarah dan mufakat ”.  Acara tersebut berlangsung di aula Kelurahan Nagarasari, Senin pekan lalu.
Hadir  dalam acara tersebut Kepala BAPPEDA Kota Tasikmalaya beserta jajarannya, Camat Cipedes, Danramil, Lurah Nagarasari. Peserta yang menghadiri acara tesebut sekitar 150 orang, terdiri dari : RW. 19 orang, RT. 90 orang dan sisanya dari Aparatur Pemerintahan, Tokoh Masyarakat, MUI/DMI, Para pelaku Ekonomi, LPM dan BKM Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes.
Musrenbang Kelurahan adalah musyawarah rutin tahunan yang dilaksanakan ditingkat kelurahan   untuk menampung masukan, informasi dan klarifikasi berbagai prioritas kegiatan berdasarkan aspirasi dari warga yang ditampung di RT dan RW masing-masing yang akan dijadikan bahan Musrenbang tingkat kelurahan sebagai dasar bagi penyusunan rencana program Musrenbang tingkat Kecamatan dan selanjutnya akan menjadi bahan bagi tahapan berikutnya.
            Untuk kegiatan Musrenbang tingkat Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dengan sumber dana yang sudah tertuang dalam DPA tingkat Kecamatan.  Diadakannya Musrenbang ini adalah untuk memberikan pedoman dan landasan hukum dalam pelaksanaan pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkualitas. Dengan tujuan meningkatkan partisipasi pemangku kepentingan pembangunan tingkat Kelurahan, meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan Kelurahan, serta  menampung dan menetapkan prioritas kebutuhan masyarakat yang diperoleh dari musyawarah perencanaan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua panitia pelaksana Musrenbang tingkat Kelurahan Nagarsari Kecamatan Cipedes  Undang  Muslih (Seklur).    SEP***     

Lokakarya Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya Tahun 2015



Kota Tasik, NUNASA POST
Bertempat di Aula Balekota Tasikmalaya, di gelar Lokakarya penyusunan laporan keuangan tahun anggaran 2015 bagi seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Acara tersebut di buka secara resmi oleh Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman, Kamis pekan lalu.
            Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, laporan keuangan akan terdiri dari laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan, sehingga terdapat penambahan tiga laporan keuangan, yaitu laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, dan laporan perubahan saldo anggaran lebih.
Peraturan Pemerintah tersebut dikuatkan dengan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 Tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah didasarkan atas pertimbangan bahwa basis akrual dapat memberikan informasi keuangan yang lebih lengkap daripada basis lainnya, terutama untuk informasi piutang dan utang pemerintah serta menyediakan informasi mengenai kegiatan operasional pemerintah, evaluasi efisiensi dan efektivitas serta ketaatan terhadap peraturan tersebut. Sebagai upaya memberikan pemahaman tentang penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan berbasis akrual.
            Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman menjelaskan bahwa Opini yang diberikan BPK-RI Perwakilan Jawa Barat yaitu "Wajar Dengan Pengecualian (WDP)" untuk Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2014 perlu menjadi bahan renungan serta evaluasi bahkan perlu ditingkatkan sehingga tata kelola keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat meraih predikat "Wajar Tanpa Pengecualian". Menurutnya, ini adalah momentum penting bagi seluruh stakeholder Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang laporan keuangan berbasis akrual yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku imbuhnya. (SEP/humas)***

Pengurus Forum Wartawan Tasik (FWT) Periode 2016-2019 Resmi Dilantik


Kota Tasik, NUANSA POST
Bertempat di Kantor Forum Wartawan Tasikmalaya,Seusai mendapatkan pemaparan materi kejurnalistikan, pengurus baru Forum Wartawan Tasikmalaya (FWT), resmi dilantik dan disaksian oleh anggota. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah kepengurusan dilakukan oleh Dewan Penasehat FWT H. Aceng Eris R SIP, Kamis pekan lalu. Sebelum pelantikan, diacarakan pula penyerahan kartu identitas keanggotaan yang diberikan secara simbolis oleh ketua FWT Apang Sopyan kepada Wakil Ketua Yoga Altry.
            Ketua Forum Wartawan Tasikmalaya (FWT) Apang Sopyan dalam pidatonya mengatakan bahwa, anggota kami banyak dan berasal dari beberapa media cetak, elektronik maupun online. Saya berharap melalui kepengurusan baru kita bisa bangkit dan membuktikan eksistensi forum ini.
Adapun kepengurusan inti masa bakti hingga tiga tahun mendatang yakni jabatan Ketua diduduki Apang Sopyan, Wakil Ketua Yoga Altry, Sekretaris Redi Setiawan dan Iwan Nawi, Bendahara Suryaman, Bagian Umum Heny MR, Ujang Kurniawan, Ucu SB dan Dadan. Bagian Organisasi Ujang Yeyep dan Jajang Jaed, Seksi Olahraga dan Kesenian Sobihin, Tedi dan Aceng Firman Didin, Seksi Publikasi Dwi Priastoto, Asron dan Indra Wiguna serta  Seksi Keamanan oleh Nono Darsono bersama Yosep RD. Sedangkan, puluhan personil lainnya ditetapkan sebagai anggota yang terdiri dari berbagai media catak, elektronik dan online berskala lokal, regional dan nasional,” tandasnya.   SEP***

Apang Sopyan Meminta Kepada Pengurus Atau Admin Akun Grup Facebook Forum Warga Tasikmalaya Segera Mengubah Nama Singkatannya


Kota Tasik, NUANSA POST
Ketua Forum Wartawan Tasikmalaya (FWT) Apang Sofyan meminta kepada pengurus atau admin akun grup facebook Forum Warga Tasikmalaya untuk segera mengubah nama singkatannya. Permintaan itu, muncul setelah selama ini akun grup di jejaring sosial tersebut dikenal dengan nama singkatan yang sama dengan organisasinya itu yakni FWT.
            Apang mengatakan, keinginan agar ada perubahan nama singkatan Forum Warga Tasikmalaya berdasarkan hasil rapat internal kepengurusan dan anggotanya yang digelar di sekretariat pusatnya di Jl. Pemuda No. 4 Tasikmalaya, Jumat pekan lalu. “Masalah nama itu hak mereka. Namun, jika singkatannya sama dengan FWT kami tentu sudah tidak bisa ditolerir lagi karena banyak pihak yang menganggap FWT kami adalah FWT-nya Forum Warga Tasikmalaya. Padahal jelas dari tahun 2008 kami sudah ada dan legal sebagai Forum Wartawan Tasikmalaya yang berbadan hukum. Terlebih banyaknya kasus dari grup facebook itu ditentang masyarakat. Itu jelas sudah membawa kesan buruk terhadap kami,” tegasnya.
Dia berharap, keinginannya itu dapat didengar oleh para admin grup jejaring sosial tersebut demi menghindari kesalahan alamat. “Kami harap mereka dapat memaklumi permintaan kami ini  dan jika saja keinginan kami tidak diindahkannya tentunya FWT akan melayangkan surat keberatan agar dikabulkan Tandasnya.  (SEP/Tim FWT)***

Serikat Wartawan Tasikmalaya (SWAT) Audensi dengan Agen Ags Elpiji 3 Kg


Tasikmalaya, NUANSA POST
Serikat Wartawan Tasikmalaya (SWAT) Provinsi Jawa Barat lakukan  audensi dengan agen gas Elpiji 3 kg PT Mutiara Sri Rengganis Jln. Raya Ciawi - Cibodas Desa Mekarwangi Kecamatan Cisayong pada pekan kemarin.  Belasan anggota SWAT yang langsung dipimpin oleh ketua  Halim S diterima oleh Direktur PT Sri Rengganis Hj. Uwes, Direktur PT Mutiara Sri Rengganis Hamdan Fikri dan pemilik Pangkalan Mutiara Sri Rengganis H. Asep Saepuloh, dihadiri oleh beberapa anggota kepolisian dari Polsekta Cisayong dan   Kepala Desa Mekarwangi Tatang.
 Bangbang S. sekretaris dari SWAT menyampaikan beberapa point pertanyaan kepada kepada Direktur PT Mutiara Sri Rengganis. yaitu: Ada berapa pangkalan gas elpiji 3 kg yang disuplai/dipasok oleh PT Mutiara Sri Rengganis?
            Hj. Uwes   menyampaikan bahwa ada 20 Pangkalan yang dipasok oleh PT Mutiara Sri Rengganis dan memberikan data nama-nama pangkalan. Dalam daftar nama-nama pangkalan yang 20 tersebut hanya ada satu pangkalan diwilayah Kecamatan Cisayong yaitu Pangkalan PT Mutiara Sri Rengganis yang berlokasi satu bangunan.
            Setelah dipertanyakan memberi data lagi, nama-nama pangkalan berjumlah sebanyak 24 dan di wilayah Kecamatan Cisayong bertambah menjadi ada tiga termasuk dengan pangkalan yang ada di dalam PT Mutiara Sri Rengganins.    Hj. Uwes S.  mengaku bahwa, Direktur PT Mutiara Sri Rengganis adalah anaknya tetapi kewengan ada pada dirinya dan outlet atau Pangkalan Mutiara Sri Rengganis adalah milik suaminya H. Asep Saepuloh .
Awalnya disini adalah gudang karena melihat keperluan masyarakat jadi diaktifkan, diadakan outlet. “Perpanjangan pangkalan atau regisrasi ulang selama tiga bulan sekali, kalau dulu selama enam bulan sekali, bagamana pangkalan tersebut patuh atau tidak. Kalau pangkalan tidak memenuhi peraturan-peraturannya, agen bisa mem PHU (Pemutusan Hubungan Usaha). “jelasnya.(J.ROHANI/RONI)***



Jumat, 15 Januari 2016

PERESMIAN PENGGUNAAN HASIL PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA


Kab.Tasik, NUANSA POST
Kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Tasikmalaya telah mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini menandakan bahwa Pemkab Tasikmalaya telah bersungguh-sungguh mengelola keuangan negara terutama pengelolaan aset, termasik didalamnya pengelolaan aset yang berada di Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. “Kegiatan ini merupakan langkah maju, yang dilakukan Dinas Pendidikan sebagai upaya pengelolaan aset milik negara dengan memberikan labelisasi pada setiap prasaranan yang dibangun oleh Pemerintah”, ucap Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum saat menyampaikan sambutan dalam acara Peresmian Penggunaan Hasil Pembangunan Prasarana Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di SMP Islam Al-Madinah Kecamatan Mangunreja, senin 7/12/ 2015
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Camat Mangunreja, para Kepala Desa, sejumalah Kepala Sekolah, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Bupati menambahkan, proses pembangunan harus tetap melaju dengan percepatan yang lebih baik. Pembangunan tidak boleh berhenti karena akan mempengaruhi katidakstabilan, khusunya di masyarakat. Pendidikan merupakan salah satu dari tiga tolak ukur kemajuan Negara, selain kesehatan dan perekonomian. “Dengan pendidikan yang berkualitas, masyarakat akan lebih mudah dalam menjalakan kehidupan bermasyrakat, karena dalam pendidikan diraih segudang ilmu untuk dijadikan sebuah pegangan”, ucap Bupati.
Kita sadari bersama, lanjut Bupati, meraih keberhasilan merupakan hal yang lebih mudah jika dibandingkan dengan mempertahankannya. Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama untuk terus berjuang mempertahankan keberhasilan dan terus berjuanguntuk meraih apa yang kita capai. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”, pungkas Bupati. (AB-08)

Gabung Yukk...!!!