Minggu, 01 Februari 2015

Syafuil Hidayat Diundang ke Istana Negara Untuk Menerima Penghargaan


Cilacap NUANSA POST
Untuk meraih suatu “kemenangan” kesuksesan  dalam bentuk apapun,  tidaklah semudah membalikan telapak tangan.Apalagi untuk meraih  prestasi Juara 1 Tingkat Nasional, tentunya dibutuhkan kerja keras, telaten, kesabaran serta penuh dengan rasa tanggung jawab. Karena harus bersaing dengan peserta lain dari berbagai kota/kabupaten di seluruh Indonesia
            Begitu pula dengan Kabid Sumber Daya Air Dinas Bina Marga SDAE & SDM Kabupaten Cilacap Syaiful Hidayat ST. SIP.MM , ternyata apa yang didambakan selama ini, akhirnya terkabul .Sebab ,tepatnya pada   3 Desember 2014  yang lalu, Kabupaten Cilacap meraih  prestasi sebagai Juara 1 Tingkat Nasional  Operasi Pemeliharaan Irigasi dan Rawa. Adapun lokasi yang dilombakan yakni Desa Buniasih Kecamatan Majenang dan mendapat penghargaan dari Menteri Pekerjaan Umum  Ir Mochamad Basoeki Hadimoelyono MSc  di Istana Negara Jakarta.
            Suatu kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Cilacap,  yang mana telah  mampu mengalahkan peserta   lainya se Indonesia,  sehingga dengan kegigihan serta  dukungan dari rekan rekan kerjanya dalam mengelola pembangunan pembangunan , di sektor pertanian  khususnya  dalam pembangunan / pemeliharaan  Irigasi,   Kabupaten Cilacap dapat meraih Juara 1 Tingkat Nasional dan nantinya dapat menjadi daerah  swasembada pangan.
            Karena itu tak mengherankan,  bila Syaiful Hidayat bersama dengan Winaryo dari UPT Majenang secara tidak sengaja pada hari Jum’at  kemarin (16 Januari 2015)  menerima undangan dari Istana Negara untuk menghadap Presiden Jokowi.
            Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air Dinas Bina Marga SDAE & SDM Kabupaten Cilacap Syaiful Hidayat  ST. SIP. MM, saat ditemui  NUANSA POST  di kediamannya mengatakan “ Saya diundang ke Istana Negara dalam rangka silahturahmi Presiden RI dengan para pemenang pemilihan Petugas Operasi Pemeliharaan  dan Rawa Teladan Tingkat Nasional . Dalam  pembicaraan saya  dengan  Pak Presiden Jokowi mengenai bendungan yang akan dibangun di Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuh luhur , karena di Indonesia ini   hanya memiliki 30 bendungan, direncanakan  tahun 2015 ini akan meningkat menjadi 49 bendungan ,termasuk bendungan yang akan dibangun di Desa Matenggeng. Pembicaraan saya  dengan Pak Presiden Jokowi tidak berlangsung lama karena kesibukan Presiden yang amat padat” paparnya.
            Selain itu juga, Syaiful Hidayat bersama rekannya Winaryo disambut oleh  Menteri Pekerjaan Umum  Ir Mochamad Basoeki Hadimoelyono MSc.  “Dalam pembicaraan saya dengan Pak Menteri hanya membahas tentang operasip irigasi saja, karena dengan adanya irigasi yang lancar airnya dapat meningkatkan produktivitas para petani, sehingga nantinya Kabupaten Cilacap ini menjadi daerah swasembada  pangan “ ungkpnya mengakhiri obrolan.(HARYANTI SUSILO)***.            
                                                                                                                           


Kabag Kesra Setda Kab.Cilacap “Open terhadap Media Meningguan”


Cilacap NUANSA POST
Tidak semua para pejabat di lingkungan  Pemkab/ Setda Cilacap  yang dingin  atau alergi terhadap para awak media mingguan yang bertugas di wilayah Kabupaten Cilacap, yang enggan  bila berhadapan dengan wartawan mingguan. Ada kesan mungkin, mereka menganggap wartawaan mingguan itu bagaikan virus-virus yang perlu dihindari,  atau mungkin juga menganggap bahwa wartawan mingguan  seperti RADIO BODOL yang tidak bisa bersuara lantang.
 Namun tidak demikian bagi seorang  Kabag Kesra Setda Cilacap Suranto.BSc. SIP. MM ini. Dia justru memberikan sikap yang ramah, santun serta familier terhadap awak media mingguan. Karena itu,sikapnya perlu dijadikan contoh bagi pejabat lain yang selama ini alergi terhadap kehadiran  wartawan dari media mingguan,
            Karena bagi   Suranto.BSc. SIP. MM, bahwa jabatan itu adalah amanah yang diberikan kepadanya  untuk  melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik baiknya. Ketika di temui NUANSA POST di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, Kabag Kesra Setda Cilacap  menerima dengan baik dan  penuh dengan senyum, sembari mengatakan “ Amanah itu titipan dari Allah dan kita sebagai  manusia wajib untuk  melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab sebaik baiknya dan saya selalu terbuka kepada siapa saja yang ingin bersilahtturahmi kepada saya baik itu masyarakat maupun Wartawan manakala saya ada kesempatan untuk  ditemui pasti saya temui “ jelasnya.   (HARYANTI)***


PEMBANGUNAN REVETMENT TAHAP II TAHUN 2014 DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDRA CILACAP


Cilacap, NUANSA PST
Sebagai langkah upaya untuk melaksanakan salah satu tugas PPS Cilacap yakni, sebagai tempat pendaratan ikan serta pusat pemasaran dan pembinaan mutu hasil perikanan, pusat pelayanan informasi serta dalam rangka memberikan rasa amanan dan kenyamanan berusaha di kawasan PPS Cilacap,  maka untuk itu perlu penanganan terhadap fasilitas pelabuhan terutama di  garis pantai yang berhadapan dengan lahan PPS Cilacap.
           Dengan perubahan iklim global akhir-akhir ini, maka berdampak pada tingginya gelombang laut terutama di pesisir selatan Pulau Jawa.Berkaitan dengan gelombang tinggi yang terjadi sejak tahun 2012, telah terjadi abrasi garis  pantai di sepanjang pantai kawasan industri. Akibat dari abrasi garis pantai tersebut telah mengakibatkan kerusakan bangunan dan terkikisnya lahan industri.
            Berkaitan dengan hal tersebut salah satunya yang perlu diprioritaskan adalah  kegiatan fisik pada tahun 2014 adalah Pembangunan Revetment Tahap II dengan panjang + 725 m’ dan nilai Rp. 14.427.700.000, pelaksanaan pekerjaan dimaksud telah dimulai pada tahun 2013 dengan panjang ­+290 m’ dari total kebutuhan 1247 m’. Kekurangan volume pembangunan revetment adalah 233 m’ untuk konstruksi batu dan 1247 m’ untuk konstruksi beton caisson.
            Pembangunan fasiltas yang dimaksud diatas sangatlah diperlukan untuk melindungi bangunan bangunan serta lahan disepanjang pantai yang mengalami kerusakan akibat dari abrasi pantai yang diakibatkan oleh gelombang laut yang tinggi sehingga memberikan  keamanan dan kenyaman berinvestasi bagi para investor disepanjang pantai kawasan industri PPS Cilacap.(HARYANTI SUSILO/ADVERTORIAL)***

UPT DINAS CIPTA KARYA & TATA RUANG MAJENANG PERLU PENATAAN KEMBALI RUANG TERBUKA HIJAU


Cilacap, NUANSA POST
Taman Kota Majenang yang terletak di jalan raya Majenang - Banjar merupakan tempat hiburan bagi warga Majenang dan sekitarnya. Karena itu  tak heran lagi  bila malam hari Taman Kota Majenang selalu ramai  dikunjungi oleh warga   yang membutuhkan hiburan . Apalagi sekarang Taman Kota Majenang sudah dihiasi dengan air mancur dan  patung Dinosaurus  yang menjulang tinggi, menambah panorama yang sangat mengasyikan, juga dengan adanya para pedagang makanan   ringan di sekitar taman kota    membuat  betah bersantai.      Karena di sinilah satu satunya hiburan bagi warga Majenang dan sekitarnya.
           UPT  Dinas Cipta Karya & Tata Ruang Wilayah Majenang, memang perlu penataan kembali Ruang Terbuka Hijau, karena di lokasi Taman Kota Majenang belum mempunyai drainase, sehingga bila hujan deras di Taman Kota Majenang tersebut sering banjir.  Juga  perlu adanya panggung hiburan yang nantinya Taman Kota Majenang dapat memberikan keindahan untuk Kota Majenang.
          Kepala Unit Pelaksana Teknis DCKTR Wilayah Majenang   Slamet Santoso SH  ketika ditemui  NUANSA POST di ruang kerjanya Senin  kemarin mengatakan bahwa “ memang Taman Kota Majenang sudah  terlihat bagus, namun disisi lain perlu juga adanya drainase untuk mengaliri air dari taman. Karena bila hujan deras taman itu  sering banjir.”Selain itu juga perlu adanya panggung hiburan yang dapat mewarnai keberadaan Taman Kota Majelang sehingga menjadi semakin menarik pengunjung” paparnya.
            Slamet menambahkan, pihaknya juga berharap kepada warga masyarakat Majenang dan sekitarnya , agar  kita sama sama menjaga keutuhan Taman Kota Majenang  yang sudah terlihat indah agar dapat lebih indah lagi.(HARYANTI SUSILO)***

Kadishub Kominfo Kab.Cilacap Apresiasi Ide “Jumpa Pers Rutin”


Cilacap NUANSA POST
Jumpa pers yang pernah diadakan secara rutin  setiap seminggu sekali di Kantor Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika Kabupaten Cilacap di tahun 2010 , sempat berjalan sekitar setahun.  Namun setelah itu sampai sekarang  seakan akan jumpa pers tersebut sirna ditelan bumi dan   tidak ada kabar beritanya. Padahal, dengan adanya jumpa pers tersebut, sangat membantu kinerja wartawan yang bekerja di wilayah Kabupatn Cilacap. Inilah pentingnya jumpa pers
             Sehubungan dengan hal tersebut, Kabiro NUANSA POST Kabupateen Cilacap Haryanti Susilo menyempatkan diri mendatangi Kantor Dishub Kominfo Kabupaten Cilacap, Kamis            ( 15/1) dengan maksud dan tujuan  ingin menghidupkan kembali “Jumpa Pers”  yang sekian lama dianggap telah sirna. “ Saya sangat mendukung sekali dengan gagasn Panjenengan itu. Hal ini memang pernah diutarakan oleh sesepuh wartawan Cilacap Bapak Soegriwo yang mempunyai ide untuk menyelenggarakan kembali Jumpa Pers. Saya pun  sangat senang  apabila semua wartawan Cilacap dapat berkumpul seminggu sekali dalam rangka Jumpa Pers.Dengan demikian, wartawan wartawan dapat terkoordinir dan dapat dipantau kinerjanya” papar Sukaryanto, Kabid Kominfo Kabupaten Cilacap           
Sukaryanto mengatakan “ Saya juga bingung, wartawan wartawan Cilacap itu sebenarnya dibawah komando siapa? Apa di bagian Humas Cilacap  atau Dishub Kominfo ? Sedangkan di Kominfo sendiri tidak ada anggaran untuk menyelenggarrakann Jumpa Pers. Nah,  biar lebih jelasnya lagi, ayo kita sama sama  menghadap kepala dinas saja “jelasnya .
           Sementara itu di tempat yang terpisah Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap U’ong Suparno S.Sos .MSi   mengatakan “  Saya sangat mengapresiasi dan sangat mendukung sekali adanya ide Jumpa Pers tersebut.Karena dengan  Jumpa Pers itu, kami dapat menfilter kinerja   wartawan, disamping itu juga wadah wadah dari wartawan seperti IPWACI dan LWI dapat memberikan nama nama anggotanya sesuai dengan medianya masing masing,tuturnya
           Menurutnya, sampai   sampai saat sekarang,dia  juga bingung dan tidak tahu wartawan Cilacap itu dibawah naungan Humas Cilacap, apa dibawah naugan Dishubkominfo.Kalau wartawan Cilacap menghendaki Jumpa Pers  dihidupkan kembali   dan dilaksanakan di sini, terus terang saja kami tidak punya anggaran untuk biaya Jumpa Pers seperti tempo hari “ kata U’ong mengakhiri pembicaraannya.
           Pada kesemoatan berbeda, sesepuh wartawan dan wartawan senior  Kabupaten Cilacap Soegriwo saat berkunjung ke Kantor Biro NUANSA POST di  Jln. Dr.Soetpmo pada Sabtu (17/1) mengatakan     bahwa     elama ini dia  sering memberikan masukan pada Kepala Dishub Kominfo Kominfo.” Jumpa Pers merupakan ajang silahturahmi yang penting antara komunitas pers dan nara sumber atau hal ini Pemkab Cilacap.Sesungguhnya saya sudah lama terobsesi terjadinya hubungan harmonis antara awak media dan Pemkab Cilacap. Menurut pengamatan saya, masih ada beberapa oknum wartawan yang mengabaikan  Kode Etik Juralistik (KEJ)  dan tidak dipungkiri lagi masih banyak pula oknum pegawai Pemkab yang alergi terhadap wartawan  sehingga ketika menerima kehadiran wartawan bertindak tebang pilih atau kurang adil” jelasnya.
             Soegriwo mengatakan, hal ini terjadi karena kurang adanya saling penngertian terhadap kepentingan dan regulasi di masing masing komunitas. “Expectasi saya, Jumpa Pers salah satu cara sederhana membina saling pengertianhingga terjalin hubungan yang harmonis sama sama menjadi mitra kerja yang didambakan “tegasnya.
          Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Wartawan Cilacap (IPWACI) Gatrica Lumba  sangat mendukuung sekali gagasan  Soegriwo dan Kabiro NUANSA POST “Karena menurut saya , Jumpa Pers itu sangat penting untuk membantu kinerja wartawan dan juga sebagai tali silahturahmi antara Pemkab Cilacap dan awak media.  Jadi  kita dapat mengusulkan daftar nama anggota yang bisa mengikuti Jumpa Pers sehingga kita dapat mengetahui kinerja dari anggota IPWACI, kata Gatrica Lumba ketika dimintai pendapatnya.(HARYANTI SUSILO)***

Pemdes Bangunharja Kec.Cisaga Telah Selesaikan Dana Pemerataan.


Ciamis, NUANSA POST
Pada penghujung tahun 2014 yang lalu, Pemerintahan Desa Bangunharja di Kec.Cisaga telah selesai mengalokasikan  dana pemerataan yang terbagi untuk 4 kedusunan yakni Dusun Desa, Dusun Mekermulya, Dusun Kertaharja dan Dusun Sukaharja untuk pembangunan infrastruktur.
            Hal itu diungkapkan Kepala Desa Bangunharja Uun Unamah didampingi LPM Hj.Sukaeji dan bendahara Uyat Rukhyat saat ditemui NUANSA POST di ruang kerjanya. “Begitu menerima dana pemerataan, kami segera mengalokasikannya untuk kemajuan pembangunan di desa kami,”ujarnya.
            Dana pemerataan yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, lanjut Uun Unamah, telah dialokasikan untuk pembangunan sarana infrastruktur berupa pengaspalan jalan poros desa sepanjang 850 meter dengan lebar 3 meter, sedangkan bantuan dari pemerintahan kabupaten diperuntukanpengaspalan jalan sepanjang 425 meter dengan lebar 2,5 meter di Dusun Kertaharja.
            “Dengan adanya kondisi sarana jalan yang mulus, selain akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara, juga diharapkan akan memperlancar perekonomian warga, misalnya untuk mengangkut dan menjual hasil pertanian dan lainnya,”jelas Kepala Desa Bangunharja.(WAHIDAN ANDRIANA)***

Minggu, 07 Desember 2014

Kepala Desa Adireja Kec.Adipala Terlibat "Pembunuhan Massal" ?


Cilacap , NUANSA POST.
Ketika wartawan NUANSA POST melakukan  konfirmasi di TKP, berdasarkan bukti dan saksi mata, bahwa Suprihadi selaku  Kepala Desa Adiraja Kec. Adipala Kab. Cilacap   tidak bisa mengelak, mengakui terlibat “pembunuhan massal”.  Bahkan dia dibantu dengan perangkat-  desa   dan ratusan warganya nyata-nyata   terlibat langsung pembunuhan massal terhadap kurang lebih 500 ekor “si monyong” tikus  yang selama ini selalu mengganggu areal persawahan milik petani di wilayah desanya.
Kejadian tersebut pada Sabtu-Minggu lalu (22/11) Suprihadi mengerahkan tenaga warga des nya dan warga tani, perangkat desa serta pengurus kelompok tani untuk beramai-ramai kerja bakti memberantas tikus yang menjadi hama tanaman padi. Pagi pukul 08.00 WIB telah berkumpul di areal pesawahan sepanjang jalan utama antara Dusun Tilasan dan Joho yang jaraknya kurang lebih 1  km.
Jumlah yang hadir dalam kegiatan tersebut kurang lebih 120 orang terdiri dari warga tani, non-tani dan pengurus  kelompok tani. Operasi dipimpin langsung oleh Suprihadi, dibagi menjadi 5 kelompok. Karena tenaga terbatas, sasaran nya hanya sepanjang jalan utama.
Teknik operasinya dengan penyemprotan api dari gas elpiji diarahkan ke lobang tikus  yang ditemui dengan sebelumnya mulut lobang dibubuhi belerang. Warga tinggal menghadang keluarnya tikus dari lubang atau lubang tembusan lain yang kepanasan dibarengi mabok sehingga warga sangat mudah tinggal menggebug.
Ketika NUANSA POST kembali minta pendapat tentang hasil operasi dilakukannya, Suprihadi mengatakan : “Kalau dari dari aspek hasil kerja saya sih tidak kecewa ! Dengan berhasil membunuh kurang lebih 500 ekor tikus dengan tenaga yang ada cukup memadai oleh karena kami cuma mengutamakan sepanjang jalan utama. Tetapi dari aspek kesadaran warga yang hadir terus terang saya kurang puas, pagi ini hanya hadir 120 orang. Padahal saya harapkan setiap RT akan mengirim warga 10 orang hingga dari 36 RT akan hadir 360 orang.Dengan jumlah tersebut lumayan untuk mengatasi areal pesawahan yang luasnya 325 ha”.paparnya.
Operasi pembasmian tikus berakhir pukul 10.00 WIB dengan hasil 500 ekor tikus terbunuh. “Kenapa saya harus terlibat langsung dalam operasi ini ? Akhir akhir ini saya sering dinilai warga lain sebagai kepala desa  kurang perhatian terhadap areal pertanian. Nyatanya sekarang setelah saya kerahkan warga, yang berpartisipasi hanya 120 orang,jelasnya.(HAR/SOEGRIWO)***